Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. xiv, 222 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMA/MAK Kelas X ISBN -9 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-488-6 (jilid 1) 1. Bahasa Indonesia — Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 410 Kontributor Naskah : Maryanto, Anik Muslikah, Nur Hayati, dan Elvi 32.1 Menyebutkan pola irama dalam teks lagu dengan tepat. 3.2.2 Menjelaskan pola irama dalam teks lagu dengan tepat. 4.2 Menampilkan pola irama sederhana melalui lagu anak-anak. 4.2.1 Menentukan pola irama dalam teks lagu dengan tepat. 4.2.2 Memainkan pola irama sederhana melalui teks lagu "Bunda Piara" C. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Padaminggu-minggu tersebut, Pengurus PUK-SPSI PT. CPS mengadakan pertemuan di setiap bagian untuk membicarakan kenaikan upah sesuai dengan himbauan dalam Surat Edaran Gubernur. Keresahan tersebut akhirnya berbuah perjuangan. Pada tanggal 3 Mei 1993 seluruh buruh PT. CPS tidak masuk kerja, kecuali staf dan para Kepala Bagian. MusikalisasiPuisi Aku Karya Chairil Anwar oleh Ameliya dari SMK Al-Falah Winong. Pembelajaran bahasa Indonesia kelas X pada semester dua dari bab materi puisi kompetensi dasar 4.16, yaitu "Mendemonstrasikan (membacakan PPT Materi Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X SMA/SMK/MA/MAK. Matapelajaran: Bahasa Indonesia Materi: Teks Anekdot Sekolah : SMAN 2 Padalarang Alokasi Waktu: 6 Pertemuan Kelas/Semester: X/1 Kompetensi Dasar: 3.5 dan 4.5 Tujuan Pembelajaran Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat serta mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot baik lisan maupun tulis. Doakansemoga kami bisa segera melengkapinya. Secara umum Materi Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 terdiri dari 5 teks yakni teks hasil observasi, teks prosedur kompleks, teks eksposisi, teks anekdot, dan teks negosiasi. Selain itu juga terdapat satu bab teks dalam kehidupan nyata. zkbCK. Ingin BelajarMaksud hati ingin belajarAku malah ambil remot TVMaksudku ingin belajarAku malah main HPBukannya fokus belajarAku malah buka FacebookBetapa susahnya belajarMenonton TV tiga jam aku kuatMembaca sebentar aku mengantukMain HP berjam-jam aku sanggupMembaca buku aku lambaikan tanganMengapa diriku ini?Mengapa seakan berat lembaran buku itu?Mengapa kemajuan teknologi membuatku malas?Betapa sulitnya mematikan TVBetapa sulitnya meninggalkan HPBetapa sulitnya membuka yang Aneh di SekolahAda yang aneh di sekolahMurid terlambat dihukumGuru terlambat tak dihukumAda yang aneh di sekolahKatanya sekolah tidak bayarTapi ada uang bangunanAda yang aneh di sekolahUlangan tak pernah dapat 70Tapi nilai rapor dapat 85Ada yang aneh di sekolahGuru sering telat masukMurid tidak paham materiMurid disalahkanAda yang aneh di sekolahWaktu ulangan siswa harus jujurWaktu UN siswa harus saling membantu’Inikah sekolah di Indonesia? Aspek yang harus ada dalam struktur teks anekdot adalah orientasi, krisis dan reaksi. Hal ini disebabkan ketiga aspek tersebut merupakan inti dari cerita. Oleh karena itu, ketiga aspek tersebut harus ada dalam struktur teks anekdot. Berbeda dengan abstraksi dan koda yang bisa saja tidak ada dalam struktur suatu teks anekdot. Abstraksi pada suatu anekdot bisa diwakilkan atau digabung dengan orientasi. Begitupun dengan koda, koda atau bagian penutup cerita dapat digabungkan dengan reaksi. Baca juga Daftar Penggunaan Kata yang Menunjukkan Ukuran

tugas 3 membaca teks anekdot dalam puisi