jangansekali-kali berhubungan sama orang yang belum berdamai sama masa lalunya. bahagianya semu dan dia ga bener-bener ngasih hatinya ke kamu. mau kamu ketawa atau apa itu terserah. yang penting jangan jatuh di lubang yang sama lagi ya🤗. 02 Aug 2022 Waginiini sejak kecil dirawat oleh Eyang Ratih dengan penuh perhatian dan kasih sayang layaknya anka sendiri Barbie Kumalasari Disaten Dikirim Genderuwo dan Belatung Genderuwo, Dunia Mistik, Genderuwo Kepolisian hingga saat ini belum menyebutkan siapa sosok artis inisial TA tersebut Genderuwo dipercaya sebagai sosok makhluk yang cabul, karena kegemarannya menggoda istri-istri kesepian yang INGATJANGAN MENILAI ORANG DARI MASA LALU NYA . Semua pasti ada waktunya untuk berubah menjadi LEBIH BAIK . setiap manusia punya cerita di masa lalunya. Ada baik, ada buruk. Satu hal yang perlu kita tahu, kita tidak mungkin boleh merubah masa lalu, namun kita boleh menjadikan masa sekarang dan masa depan seperti apa yang kita mahu. KESALAHANDALAM BERDOA Salah satu kesalahan yang dapat menghalangi terkabulnya doa ialah ketergesa-gesaan seorang hamba. Ia menganggap doanya lambat JANGANPERNAH MENILAI SESEORANG DARI MASA LALUNYA Bismillah Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam,, jauh dari sunnah,, jauh dari hidayah,, tenggelam dalam dunia yang JANGANPERNAH MENILAI ORANG DARI MASA LALUNYA KARNA NASIB ORANG TIDAK ADA YANG TAHU. JANGAN PERNAH MENILAI ORANG DARI MASA LALUNYA KARNA NASIB ORANG TIDAK ADA YANG TAHU. Jump to. Sections of this page. Accessibility Help. Press alt + / to open this menu. Facebook. Email or Phone: Password: iHUsX. Kata Kata Kutipan Kalimat Ucapan Caption Quotes Mutiara Bijak Motivasi Kata Kata Jangan Menilai Orang Dari Penampilan Cerita Orang Masa Lalunya Salah satu yang paling menyebalkan dalam hidup ini adalah bertemu orang-orang yang dengan mudah menilai diri kita. Entah itu dari penampilan, dari cerita orang, atau dari masa lalunya. Jujur, kita bersikap seperti itu bukan berarti kita anti dengan kritikan, karena kita sadar biasanya kritikan itu dapat membangun kita menjadi lebih baik. Tapi terkadang penilaian itu justru datang dari orang yang sama sekali tidak mengenal kita dengan baik. Mereka tidak tahu bagaimana sifat asli kita, dan bagaimana sosok kita yang sebenarnya. Sudah menjadi tradisi bahwa kebanyakan dari kita menilai seseorang itu dari penampilannya. Jika seseorang berpenampilan baik, maka mungkin orang tersebut adalah orang yang baik. Kita juga bisa saja menilai orang dari apa yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Jika ada seseorang yang mengatakan orang tersebut tidak baik, maka kita ikut-ikutan menganggap ia tidak baik. Begitu juga dengan masa lalunya. Teruntuk mereka yang gampang mendeskripsikan seseorang, sadarlah bahwa seseorang bisa saja berubah tanpa sepengatahuan orang lain. Tidak perlu menghakimi jika kamu sendiri tidak tahu kenyataan yang sebenarnya. Karena takutnya, apa yang kamu nilai dari seseorang akan menyerang dirimu sendiri. Jadi berhati-hatilah menilai seseorang. Nah bagi kamu yang sering dinilai tidak baik dari orang lain, berikut ini adalah kata kata jangan menilai orang terlalu mudah yang bisa dijadikan sebagai sindiran untuk mereka. Kata Kata Jangan Menilai Orang Terlalu Mudah Nilailah diri sendiri sebelum menilai orang lain. Sudah benarkah dirimu di mata orang lain? Jangan menilai orang dari cerita orang. Jangan pernah menilai berdasarkan katanya’. Untuk menilai. Kita perlu mengenal. Seseorang boleh menilai kita, tapi tidak untuk menghakimi kita. Kita terlahir dengan dua mata. Kenapa masih sering menilai sesuatu hanya dari sebelah mata? Kenali seseorang bukan dari kata orang lain karena pandangan kita tak selalu sama. Ambil kebaikan darinya jangan ingat kejelekannya. Semakin kita berusaha menilai seseorang, semakin sulit bagi kita untuk menerima itu apa adanya. Jangan terlalu sibuk mencari kesalahan orang lain sedangkan kesalahan diri sendiri belum diperbaiki. Jangan kita menilai orang lain sebelum kita mengenal kita sendiri. Bercerminlah. Silahkan menilai saya sesuka anda. Itu hak anda. Tapi, alangkah baiknya berkaca dulu sebelum bicara. Itu lebih baik. Kita hidup di zaman dimana orang menilai kita tanpa tau kita sebenarnya. Jangan pernah menilai kebodohan seseorang, karena orang bodoh ialah orang yang menilai dirinya paling pintar. Jika Anda hanya berusaha menilai seseorang, maka Anda tidak akan pernah dapat menyayangi mereka. Menurut Teori multyple intelegence, kecerdasaan itu jamak, jadi jangan menilai seseorang hanya berdasarkan satu kemampuan saja. Banyak orang terlalu pintar menilai orang lain tapi sayangnya dia terlalu bodoh menilai dirinya sendiri. Orang yang tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, sulit bisa melihat kelebihan-kelebihan orang lain. Sebenarnya mudah bagi kita melihat kesalahan diri sendiri, tapi kadang kita kehilangan waktu karena terlalu sering menilai oranglain. Jangan terlalu cepat menilai seseorang, terkadang apa yang kau lihat adalah hal yang memang sengaja ingin dia perlihatkan kepadamu. Pintar menilai orang lain tapi bodoh menilai diri sendiri, bagaikan meludah keatas langit tapi ludahnya kena muka sendiri. Jangan menilai seseorang hanya dari apa yang dia katakan, karena banyak hal yang tak dapat dia ungkapkan. Menilai siapa yang benar tulus padamu, jangan lihat siapa yang ada saat kamu berhasil, tapi pandanglah siapa yang menemanimu berjuang. Jangan menilai seseorang dari luarnya saja, karena belum tentu apa yang terlihat dari luar mencerminkan isi hati yang ada didalam. Jika kamu menilai seseorang hanya dari penampilannya, kamu akan kehilangan banyak kesempatan bertemu orang-orang yang hebat. Kita menilai diri sendiri berdasarkan apa yang sedang kita lakukan, orang lain menilai kita berdasarkan apa yang telah kita lakukan. Jangan menilai buku dari sampulnya. Jika kamu menilai buku dari sampulnya, kamu mungkin kehilangan cerita yang luar biasa didalamnya. Karena terlalu cepat menilai, kadang kita kehilangan kesempatan mengenali orang-orang hebat. Hati-hati dalam menilai dan menghalimi seseorang. Takut-takut apa yang kita tabur pada orang, itu yang akan subur dalam diri kita. Jangan remehkan dirimu hanya karna bagaimana orang lain menilaimu. Yang terpenting adalah bagaimana kamu menilai dirimu sendiri. Biarkan orang lain menilai kita seperti apa kita dimatanya. Hidup kita akan berubah karena tindakan, bukan karena penilaian orang. Jangan menilai orang, kamu tak tahu apa yang telah dilaluinya. Kamu mungkin mendengar ceritanya, tapi kamu tak tahu apa yang dirasakan hatinya. Jangan menilai seseorang dari luarnya saja, karena belum tentu apa yang terlihat dari luar mencerminkan isi hati yang ada di dalam. Mereka yang hanya bisa menilai dari apa yang dilihat oleh mata, tak akan mampu mengerti apa yang dirasakan oleh hati. Ketika orang lain menilaimu baik maupun buruk, mereka sedang menunjukkan siapa dirinya, bukan siapa kamu. Sebagian orang menilai kita orang baik dan sebagian lagi menurut mereka kita adalah orang yang jahat, ternyata dalam kehidupan ini kita adalah tokoh yang baik dan jahat dalam cerita seseorang. Jangan menilai seseorang tanpa tahu apa alasan di baliknya. Kamu tak pernah tahu betapa sulitnya tersenyum ketika hati terluka. Kenali terlebih dahulu sebelum menilai, karena yang tampak indah tak selalu indah dan yang tampak buruk tak selalu buruk. Berhentilah menilai orang lain dan membandingkan dengan hal lain. Semua orang memiliki kebaikan yang berbeda-beda dengan sudut pandang berbeda-beda pula. Jangan Menilai seseorang berdasarkan masa silam, tetapi lihatlah pada hari ini. Setiap orang mampu berubah bahkan jauh lebih baik dari apa yang kita sangkakan. Niat adalah ukuran untuk menilai benarnya suatu perbuatan. Jika niatnya benar, maka perbuatan akan benar, dan jika niatnya buruk maka perbuatan itu buruk. Terkadang apa yang kita lakukan baik tak selalu dinilai baik oleh orang lain. Tapi tak mengapa, karena Allah tidak pernah salah menilai hambanya. Kita seringkali dihadapkan pada situasi di mana kita menilai orang dari masa lalu mereka. Apakah ini benar-benar adil? Apakah kita seharusnya menilai seseorang berdasarkan apa yang mereka lakukan di masa lalu mereka? Di sini, kita akan membahas mengapa kita seharusnya tidak menilai orang dari masa lalu mereka. Masa Lalu Mereka Bukanlah Semuanya Ketika kita menilai orang dari masa lalu mereka, kita cenderung melupakan fakta bahwa masa lalu mereka bukanlah semuanya. Seseorang mungkin melakukan kesalahan di masa lalu mereka, tetapi mereka juga telah belajar dari kesalahan itu dan berkembang menjadi orang yang lebih baik. Kita tidak bisa memandang seseorang sebagai individu yang sama seperti mereka di masa lalu mereka. Orang Berubah Kita semua tahu bahwa orang berubah seiring waktu. Seseorang yang melakukan kesalahan di masa lalu mereka mungkin telah belajar dari kesalahan itu dan berubah menjadi individu yang jauh lebih baik. Kita harus memberi kesempatan pada orang tersebut untuk membuktikan bahwa mereka telah berubah dan menjadi lebih baik. Kelemahan yang Ada di Masa Lalu Tidak Menentukan Siapa Seseorang di Masa Depan Kita semua melakukan kesalahan di masa lalu kita, dan itu adalah normal. Namun, kelemahan yang ada di masa lalu kita tidak menentukan siapa kita di masa depan. Kita harus memberikan kesempatan pada orang lain untuk tumbuh dan berkembang, tanpa menilai mereka berdasarkan kesalahan yang mereka lakukan di masa lalu. Setiap Orang Berhak atas Kesempatan Kedua Kita semua berhak atas kesempatan kedua. Kita semua melakukan kesalahan, dan kita semua berhak untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Kita tidak bisa terus menilai orang atas kesalahan yang mereka lakukan di masa lalu mereka, tanpa memberikan kesempatan pada mereka untuk memperbaiki kesalahan itu. Seseorang Bisa Menjadi Orang yang Berbeda Seseorang yang melakukan kesalahan di masa lalu mereka bisa menjadi orang yang berbeda di masa depan. Mereka bisa belajar dari kesalahan mereka dan berkembang menjadi individu yang lebih baik. Kita harus memberikan kesempatan pada orang tersebut untuk tumbuh dan berkembang, tanpa menilai mereka berdasarkan masa lalu mereka. Kita Tidak Bisa Mengubah Masa Lalu Ada kalanya kita merasa tergoda untuk menilai orang dari masa lalu mereka. Namun, kita tidak bisa mengubah masa lalu. Kita hanya bisa memilih untuk memaafkan dan memberikan kesempatan kedua pada orang tersebut. Kita harus memandang ke masa depan dan memberikan kesempatan pada orang lain untuk tumbuh dan berkembang. Kesimpulan Menilai orang dari masa lalu mereka tidak adil. Kita harus memberikan kesempatan pada orang lain untuk tumbuh dan berkembang, tanpa menilai mereka berdasarkan kesalahan yang mereka lakukan di masa lalu mereka. Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka dan menjadi individu yang lebih baik. Kita harus memberikan kesempatan pada orang lain untuk membuktikan bahwa mereka telah berubah dan menjadi lebih baik dari masa lalu mereka. Kita harus memandang ke masa depan dan memberikan kesempatan pada orang lain untuk tumbuh dan berkembang. 50 Kata Kata Bijak Jangan Menilai Orang dari Penampilannya - Dalam hidup ini tentu kita sering bertemu dengan orang-orang yang dari segi penampilan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Entah itu dari segi fisik, pakaian yang dikenakan, gaya rambut, cara bicara, sikap dan lain sebagainya. Ketika melihat hal itu semua kita diharuskan menyikapinya dengan baik dan bijak. Jangan sampai langsung menjudge/menghakimi orang lain hanya dari apa yang kita lihat atau dengar tanpa tahu yang adalah 40 kata kata bijak 'quotes' jangan menilai orang dari penampilan luar, fisik, covernya, cerita orang, perkataannya, dan masa lalu seseorang. Kumpulan quote ini bisa kita bagikan di sosial media menjadi status atau caption untuk melengkapi unggahan foto yang kita posting, dengan begitu kita juga bisa menginspirasi orang lain untuk tidak mudah menilai orang Jangan pernah menilai orang lain dari luar. Kamu tak akan pernah tahu isi hati seseorang. Kamu hanya bisa menebaknya. Dan tebakanmu bisa saja Jika kamu menilai seseorang hanya dari penampilannya, kamu akan kehilangan banyak kesempatan bertemu orang-orang yang hebat. 3. Jangan menilai saya hanya dari omongan orang diluar sana. Kenali saya secara Juga Semua Bisa Upayakan Cara Good Looking dengan Trik ini 6. Berucaplah dengan santun. Karena kebanyakan orang akan menilai kualitas dirimu dari apa yang kamu ucapkan. 7. Menilai perasaan seseorang, nilailah bagaimana dia bersikap padamu, jangan menilai dia dari perkataan orang lain. -fahry_romdon 8. Kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan. Orang lain menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang telah kita lakukan. 9. Sebelum Anda menilai orang lain, pikirkan dulu siapa Anda. 10. Setiap orang didunia ini memliki cerita. Jangan menilai orang lain sebelum kita benar-benar mengenalnya, karena kebenaran dari orang lain itu mungkin akan membuat kita kaget. -RyanPrayogaJ 11. Tidak pantas menilai orang lain dari sudut yang sempit cobalah menilai dari sudut yang lebar. 12. Orang yang selalu menilai orang jelek dari situlah kita dapat memahami bagaimana kelakuan dia sebenarnya. 13. Jangan putus asa, tidak semua orang menilai manusia dari fisiknya. 14. Jangan menilai dari penampilan. Kita tidak tahu apa yang ada dalam pikiran orang-orang yang terlihat baik hati. -Yoni_Masamune 15. Kenapa kau menilai orang hanya dari prestasinya? Ada banyak kebaikan, yang tidak dapat diukur dengan prestasi! -mwsubhan 16. Jangan menilai orang dari luar. Seperti mawar yang indah yang memiliki duri, semakin baik orang dilihat dari luar, semakin perlu kau ragukan hatinya. -Ai Haibara 17. Jangan pernah menilai orang dari masa lalunya, terkadang mereka yang mempunyai masa lalu yang buruk itu mampu menciptakan masa depan yang luar biasa. -muhammadalawy 18. Setiap orang mempunyai persepktif pandangan tersendiri. Terkadang kita menilai seseorang dari persepektif diri kita. Karena itu sering salahnya. Padahal yang berhak menilai itu Tuhan. Yang di haruskan untuk kita cuma berperasangka baik bagi semua. -ishlah5 19. Jadi, jangan kita terpaku pada penampilan luar seseorang, jangan mudah menilai orang hanya dari penampilannya saja. Meski pepatah jawa mengatakan, 'ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana' tapi orang berhak berargumen tentang dirinya tanpa penilaian sepihak kita. -ruangpuguh 20. Jangan menilai orang dari sampulnya. karena dia bukan buku. -SumpahGaring 21. Jangan menilai seseorang dari luarnya saja. Buruk dimatamu belum tentu buruk dimata orang lain. Kenali sebelum menghakimi. -NasihatAmpuh 22. Jangan menilai orang dari masa kita semua sudah tidak hidup di sana. 23. Setiap orang didunia ini memliki cerita. Jangan menilai orang lain sebelum kita benar-benar mengenalnya, karena kebenaran dari orang lain itu mungkin akan membuat kita kaget. -Dika_Nurrahman 24. Sejatinya untuk menilai apakah dirimu tergolong orang yang kreatif atau hanya perlu menilai dari kebiasaan-kebiasaanmu sehari-hari. 25. Jangan pernah menilai orang lain dari luar. Kamu tak akan pernah tahu isi hati seseorang. Kamu hanya bisa menebaknya. Dan tebakanmu bisa saja salah. -Eritrosith 26. Tak seorang pun boleh menilai kadar iman orang lain. Sebaliknya, semua boleh menilai seseorang itu jujur atau tidak. __mayadewi 27. Keimanan bersemayam di kalbu, kejujuran kebohongan terlihat jelas dari ucapan dan perbuatan. 28. Biarlah apa orang kata, asalkan kita tahu niat kita. Mereka menilai kita dengan mata tetapi Allah menilainya dari hati. -Hatibengkak__ 29. Jangan menilai seseorang dari kisah silam. Tetapi lihatnya pada harini. Setiap orang mampu berubah jauh lebih baik dari apa yang disangka. -Hatibengkak__ 30. Aku selalu saja berucap yang tak sepantasnya, bertingkah tak selayaknya sementara mata dan mulutku masih saja suka menilai orang lain hanya dari luarnya saja. 31. Orang di luar Islam mungkin tidak pernah baca AlQuran dan kemungkinan besar tidak paham maksud ISLAM tu RAHMATAN LIL 'AALAMIIN. Mereka hanya menilai Islam dari tindakan orang-orang yang mengaku beragama Islam, yang sayangnya banyak ternoda akibat ulah segelintir orang. -Buyungkiu 32. Aku tak prnah memaksa orang lain buat menyukai ataupun membenciku. Karena setiap orang mempunyai hak tuk menilai dari mana bagaimana dan seperti apa cara pandang mereka. -Arum_ala123 sumber gambar 33. Seperti yang kalian bilang jangan menilai orang dari luarnya, yang bertato belum tentu penjahat, rok mini belum tentu pelacur tapi apa yg kalian bilang tentang mereka yg bercadar, berjenggot, celana cingkrang, dan berjidat hitam? MEREKA JUGA BELUM TENTU TERORIS. -SoeriAllie 34. Karena ilmu padi; "semakin berisi semakin menunduk" sepertinya sudah mulai terlupakan. Banyak dari kita termasuk saya, ketika "merasa" semakin banyak tahu, jadi semakin mudah menilai dan merendahkan orang lain. -malatajna28 35. Kenapa harus takut dengan hinaan orang yang hanya menilai dari luarnya saja. Percayalah usaha dan doa mu pasti akan ada hasil yang manis. -Dia_Nita_Chan 36. Jangan menilai seseorang dari kesalahan yang pernah dia buat. Setiap orang pernah melakukan salah, yang penting adalah belajar darinya. 37. Jangan pernah meremehkan orang lain, karena kita belum tentu lebih baik dari yang kita remehkan. 38. Kita begitu teliti melihat setiap debu yang melekat di wajah orang lain, namun kita buta melihat, bahwa sesungguhnya begitu banyak kotoran yang melekat di wajah kita setiap harinya. 39.. Jangan menilai orang hanya dari cerita orang. 40. Menilai orang dari cerita orang lain sama saja seperti makan makanan yang sudah dicerna orang lain. Enak? 41. Kamu tak bisa menilai orang lain hanya dari apa yang mereka kenakan. Kenali hatinya. 42. Kebanyak orang sekitar menilai seseorang dari segi penampilan. Berpenampilan preman di nilai tidak baik, bukan menilai dari segi kepribadiannya. 43. Jangan Cepat Menilai Seseorang Dari Penampilan & Ucapannya Karena Sering Kali Menipu. 44. Sekarang ini, banyak laki-laki yang menilai perempuan dari penampilan luar. Tanpa mereka pikir, bahwa sesuatu yang sementara seperti itu akan hilang pelan-pelan. - Elegi Patah Hati, Veradash 45. Kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari penampilan nya, pandangan seperti itu terlalu menyepelekan Sang Pencipta. 46. Wanita itu menilai Potensi dari seorang Pria. Harus bisa melihat dibalik penampilan. - Mario Teguh 47. Jangan menilai seseorang dari penampilan atau rupanya saja, karena kebaikan hatilah tetaplah yang terbaik. 48. Amat rugi dan malang buat mereka yang berusaha keras mencantikkan wajah dan penampilan namun tidak berusaha bersungguh-sungguh mencantikkan hati sedangkan Allah menilai kita di hati bukan di wajah. Yang menilai indahnya wajah itu hanyalah manusia. 49. Jangan suka menilai seseorang dr penampilan. Penampilannya bagus bukan jaminan kelakuannya juga bagus. 50. Yang mudah itu, menilai orang lain. Yang sulit itu menilai diri sendiri. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Setiap orang pasti memiliki masa lalu. Masa lalu adalah masa dimana kita mengukir banyak cerita hidup yang tidak akan pernah bisa dihapus lagi. Namun apakah menilai seseorang dari masa lalunya merupakan suatu yang tepat ? Tentu saja tidak dan saya yakin kita semua setuju bahwa masa lalu tidak akan pernah menjadi karakter seseorang. Dimana manusia itu sendiri sifatnya dinamis, selalu ada perubahan, jangankan perunahan karakter, kata-katanya saja bisa cepat waktu yang lalu, saya bersama teman-teman asyik membahas kisah-kisah masa lalu yakni ketika memulai hidup membiara. Singkat cerita bahwasanya akan selalu ada orang yang meninggalkan panggilannya ditengan perjalanan. Meninggalkan panggilan tentu saja bukan tanpa alasan, mereka meninggalkan panggilannya tentu karena menemukan jalan lain yang menurutnya lebih membahagiakan panggilan bukanlah sesuatu kesalahan yang fatal, bukan juga karena ke egoisan namun ada hal-hal yang dianggap tidak mampu. Nah, ketika menyinggung nama-nama tersebut seorang teman langsung menjudge, bahwa teman-teman yang meninggalkan panggilannya adalah orang-orang yang memiliki masa lalu yang kelas. The endSaya terkejut mendengar kesaksian itu. Saya berpikir, apakah Tuhan pernah memperhitungkan masa lalu seseorang untuk menjadi pengikutnya? Rasanya tidak. Panggilan itu misteri jadi jangan dihubung-hubungkan dengan masa lalu yang pernah kita menilai seseorang dari masa lalunya, hanya karena kita tahu dulu dia pernah tidak baik, pernah tidak benar, lantas kita berhak untuk menghinanya. Sungguh kita harus ingat bahwa penghakiman itu milik Allah, dan tentu saja Allah mempunyai cara tersendiri untuk menobatkannya, menegurnya. Boleh jadi kondisi seseorang saat telah bertaubat menjadi lebih baik dari keadaannya sebelumnyaMaka, berhentilah meng ghibahinya dan menyindirnya hanya karena dia seorang yang dulu pernah memiliki aib, apalagi jika saat ini dia jelas-jelas memilih jalan untuk bertobat, jangan pernah kita ungkit-ungkit lagi masa lalunya. bijaksanalah dalam bersikap dan berbibacara, karena seburuk apapun masa lalu seseorang itu jangan pernah kita mencacinya, menghinanya, menghardiknya, dan meremehkannya. Ketahuilah, bahwa kita ini hidup untuk masa depan, bukan untuk masa lalu. Maka tak semetinya kita terus mengaitkan bagaimana kehidupannya yang sekarang dengan masa lalunya dulu. Jika sekarang dia telah berubah menjadi lebih baik, maka jangan lagi kita persoalkan masa lalunya yang kelam. Allah saja yang maha segalanya selalu saja membuka pintu maaf untuk kita, apalagi kita sebagai manusia yang juga takkan pernah luput dari kesalahan dan dosa. Lantas tidaklah pantas jika kita terus saja menghakimi seseorang hanya karena masa lalunya yang kelam. Seharusnya, jika sekarang dia telah berubah menjadi lebih baik, kita harus mendukung dan membantunya agar dia bisa tetap setia dan tekun untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Namun jika kita tidak bisa membantunya berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi, maka janganlah kita menghakimi, menghardiknya dan mengucilkannya. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya Ada apa dengan masa lalu si dia, apakah seburuk itu sikapnya?Beberapa orang barangkali berpikir bahwa masa lalu mewakili masa depan, padahal kenyataannya tidaklah insan yang hidup di dunia ini berhak untuk berubah. Jangankan manusia, bahkan Allah pun tiada peduli dengan masa lalu seorang hamba terutama ketika hamba tersebut sudah bertobat di masa darinya, penting bagi kita untuk memaafkan masa lalu seseorang dan mencoba menerima setiap butir kebaikan yang ia lakukan di masa di sini telah mendapat kiriman cerpen tentang jangan menilai orang dari masa lalunya yang singkat dan disimak saja, yaCerpen Maya Gadis Berambut PirangOleh Fahmi Nurdian SyahCerpen Tentang Jangan Menilai Orang dari Masa Lalunya, Singkat dan Inspiratif. Dok. Maya, seorang gadis berambut pirang yang pemarah. Memiliki Alis yang tebal, sorot matanya begitu yang masam membuat setiap orang yang berhadapan dengannya langsung bergidik ketakutan. Tak sedikit di antara mereka yang menjauh bahkan mengejek Maya karena sikapnya yang acuh tak acuh. Di balik sikapnya itu semua, Maya merupakan seorang gadis yang pintar, dia sangat suka membaca buku demi memperluas pengetahuannya. Akan tetapi Maya sedikit pun enggan berbagi ilmunya kepada orang itulah mengapa Maya kurang disukai. Gadis itu sering menghabiskan waktu dengan duduk di bawah pohon yang rindang sembari mengedarkan pandangannya memperhatikan anak seusianya bermain. Hingga suatu hari, saat berada di sekolah. Maya ditunjuk untuk menjadi ketua kelas oleh gurunya, hal ini sontak menuai reaksi yang Baca Cerpen Tentang Pendidikan KarakterBanyak di antara teman-temannya yang tidak setuju. Melihat situasi yang begitu menghina, sorot mata Maya membulat tajam seisi kelas. Ngeri, sampai ada seorang anak yang histeris. Keadaan kelas menjadi gemuruh, mereka berbicara lirih tentang sikap Maya. Gadis itu tahu, temannya melontarkan kata-kata yang mencemooh jerami yang ditusuk ratusan anak panah, kata kata tersebut menusuk hati Maya, mukanya merah padam dengan tangan yang mengepal. Setelah kejadian itu, Maya menjadi seorang yang tidak percaya diri, sikapnya semakin acuh tak acuh membuat teman-temannya semakin bertanya-tanya pada diri sendiri. Kenapa guru memilihnya sebagai ketua kelas? Maya ingin sekali mengetahui alasannya, namun karena tak berani untuk melontarkan akhirnya pertanyaan itu hanya bisa ia tanyakan di dalam benaknya. Pada malam harinya Maya memutuskan untuk tidur lebih awal. Ia ingin tenang dan melupakan semua hal yang sudah terjadi. Maya terlelap, hingga ia berada di suatu tempat yang tak ia kenali. Tak jauh dari tempat berdiri, terdapat seekor singa yang besar berambut pirang, dengan giginya yang runcing bagaikan pedang excalibur, ia berjalan dengan ekor panjang yang menjalar. Sang singa menatap Maya dengan Baca Cerita Pendek Tentang Perilaku AdilMaya histeris, menutupi wajah dengan tangannya. Singa itu mendekat, ia menghembuskan napas bergemuruh. “Apa yang membuatmu kemari wahai gadis berambut pirang?” sang Singa bicara lirih. Maya mengangkat wajahnya, ia menatap singa tersebut lekat-lekat. Alih-alih mengompol ketakutan, Maya menyentuh rambut sang singa, rambutnya pirang, mukanya garang, alisnya berpikir, sang singa begitu mirip dengannya, ia pun kemudian bertanya. “singa, kenapa kau disebut raja simba? Padahal mukamu garang."Lengang sejenak sampai akhirnya sang singa bersuara. Ia berkata bahwa muka yang garang sama sekali tidak mempengaruhi apa yang ingin ia lakukan. Maya memasang muka kebingungan, ia tidak paham. Sang singa kembali melanjutkan kata-katanya. Maya mendengarkan secara seksama, ia menyambar setiap kata-kata yang dilontarkan, “jika kau menjadi pemimpin, jangan kau mudah terpengaruh dengan pujian ataupun hujatan orang lain, lebih baik kau pikirkan cara menyelesaikan masalah” gumam Sang Singa. Matahari yang silau menyadarkan Maya, wajahnya berseri-seri. Mimpi yang ia alami perlahan membuat Maya mulai mengubah sikapnya. Ia belajar untuk menghargai, peduli sesama, dan bertanggung yang Maya lakukan butuh proses, seperti di minggu pertamanya, sikap Maya yang berubah membuat temannya merasa heran dan belum sepenuhnya itu tetap mencoba untuk tersenyum setiap kali ada orang yang berada di dekatnya. Meskipun sedang dibicarakan, Maya tetap menebarkan senyum hangat kepada juga mulai untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya, sebisa mungkin ia membantu teman-temannya yang kesusahan memahami pelajaran. Maya tahu kapan harus bersikap tegas layaknya sang Singa, Maya juga tahu kapan harus bersikap lembut. Maya belajar bertanggung jawab layaknya ketua laun, orang-orang mulai menerima sikapnya. Tidak ada lagi Maya si rambut pirang yang pemarah, tidak ada lagi Maya dengan sikap yang acuh tak acuh, Maya sudah menjadi lebih percaya diri dan lebih itulah Ia dijuluki sebagai gadis berambut pirang yang ramah.~ SELESAI ~Nah demikianlah tadi secarik cerpen singkat yang bisa sajikan. Pesan moral dari cerita pendek di atas adalah jangan menilai seseorang dari sikapnya yang dulu, tapi nilailah dari sikapnya yang gitu? Karena sejatinya setiap orang bisa mengubah sikapnya untuk menjadi pribadi yang lebih Baca Kata-kata Mutiara Masa Lalu Biarlah Berlalu, Mari Lupakan Kelam dan Lebih Serius Menatap Masa Depan

jangan menilai orang dari masa lalunya