Berikutini beberapa contoh lainnya mengenai pantun bersatu atau persatuan : Pantun 1. Buah manggis buah duku. Getahnya banyak rasa madu. Alangkah indah Indonesiaku. Rakyatnya bersatu padu. Pantun di atas bersajak akhir dengan pola a-a-a-a, dimana baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran yang menggambarkan tentang buah manggis dan duku, sedangkan Ilutrasi Persatuan (sumber: Tribun.news.com) Siang hari makan sayur bayam. Lengkap dengan nasi dan lauknya. Bangsa Indonesia sangat beranekaragam. Berbeda suku, agama dan budayanya. Mangga muda rasanya masam. Dipotong-potong dijadikan asinan. Walaupun masyarakatnya beragam. Selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Kumpulan Pantun Hari Sumpah Pemuda. 1. Penjahat cyber hobinya marah. Ditangkap tentara tiada jera. 28 Oktober hari bersejarah. Tekad pemuda yang bergelora. 2. Berangkat sendiri membawa kuda. Kuda melompat sangat ceria. Namun persatuan dan kesatuan harus tetap dijunjung. Hal ini karena kita satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Untuk mengetahui berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia, perhatikan tabel berikut ini. Suku Bangsa di Indonesia Berdasarkan Provinsi. 1. Nanggroe Aceh Darussalam : Aceh, Gayo, Tamiang, Alas, dan Simeulue 2. Pantun persatuan dan kesatuan adalah salah satu jenis pantun yang memiliki tujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di antara masyarakat. Pantun ini biasanya digunakan dalam acara-acara keagamaan, pertemuan umum, atau kegiatan yang bertujuan untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan. PantunBab Merajut Kebersamaan dan Kebhinekaan- PPKN 1. MEMUPUK KOMITMEN PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAAN Indonesia Merupakan negara yang memiliki keistimewaan keaneragaman. Salah satunya adalah agama. Di Indonesia terdapat beberapa agama yang berbeda. Meskipun demikian, persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap terjaga. ELm3C. Merdeka! Indonesia Tangguh! Indonesia Tumbuh! Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat!Tibalah kita di bulan Agustus 2022. Meski pandemi sudah pergi dari merajalela di Bumi Pertiwi tercinta, namun semangat kemerdekaan sungguh dan senantiasa adalah bangsa yang besar, bangsa yang ramah, dan bangsa yang penuh kebanggaan terutama ketika diminta untuk berteriak "Indonesia Merdeka".Kata Merdeka adalah cita-cita yang telah diwujudkan oleh para pahlawan kita dengan pengorbanan tumpah Indonesia yang sekarang wajib menjaga cita-cita tersebut seraya mewujudkan impian para pahlawan pada momen 17 Agustus 2022 ini, pemerintah mengambil tema kemerdekaan yaitu Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Sungguh filosofi yang mengandung banyak jauh berbeda, logo HUT RI tahun 2022 pula mencurahkan semanga tersendiri. Penempatan angka 7 yang sedikit lebih menjulang dari angka 7 menegaskan bahwa Indonesia akan terus tumbuh di hari tumbuh, Indonesia Tangguh juga menyimpan harapan dan cita-cita tinggi terutama untuk menyukseskan pembangunan negeri di masa kita tentu butuh semangat persatuan dan kesatuan, kan?Banyak cara untuk menghadirkan semangat, dan di sini bakal menyuntikkan semangat kita semua melalui pantun ada kumpulan pantun bertema Kemerdekaan Indonesia yang disajikan untuk menyambut dan menyemarakkan HUT RI Ke-77 dalam suasana pemulihan Langsung disimak saja, yaKumpulan Pantun Kemerdekaan Indonesia1Ada sesuatu di sebalik ubi jalarSetelah kugali, ternyata hanya akarJauh hari teriakan Kemerdekaan sudah terdengarMari kita gapai kemerdekaan belajar2Ada Soekarno ada Mohammad HattaKeduanya sosok pahlawan tercintaKita tahu, merdeka tidak hanya ceritaIndonesia Tumbuh Indonesia Tangguh adalah cita-cita3Ajarkan aku mencintai IndonesiaAjarkan juga bagaimana caraku berbaktiDi negeri ini pendidikan tak kenal usiaSetiap saat harus kita perbaiki akhlak dan isi hati4Angkasa luasnya sungguh membahanaBegitu pula dengan Indonesia tercintaSetiap pelajaran itu harus bermaknaAgar kita tak pernah lupa dengan Pencipta5Ajarkan aku cara membacaAjarkan juga bagaimana caranya berbaik sangkaKita disekolahkan bukan untuk mencercaMelainkan untuk jadi pintar dan berwawasan terbuka6Berikan aku sebatang pohon durianBerikan juga sepiring nasiKemerdekaan adalah keadilanTelah tertuang dalam teks proklamasi7Bacalah buku tentang sejarahBaca pula tentang kisah perjuanganJadi orang besar jangan suka marah-marahKita bangsa Indonesia Tumbuh yang butuh bimbingan8Berkokoklah ayam di pagi hariLalu ayam itu pergi dan mencari makanBelajarlah kita sikap tahu diriKarena kita Indonesia Tangguh dalam pengakuan9Bantal dan guling ada di atas kasurAda juga selimut tebal bergambarkan busurUngkapan merdeka jangan hanya sekadar brosurAda berbagai sejarah yang perlu kita telusur10Belikan aku sekaleng berasBelikan juga beberapa jilid bukuSaat berkata mulutmu jangan terlalu kerasKecuali kalau kita teriak Indonesia Negaraku11Bacalah kisah tentang Ki Hadjar DewantaraJangan tertinggal kisah tentang Perguruan Taman SiswaBacalah kata merdeka tidak dari sekadar aksaraDalami sepenuhnya lalu kita akan berwibawa12Cari cacing tanah dapatnya seekor lintahBaca piala Soeratin dapatnya piala GalatamaSesungguhnya kepintaran tidak dilihat dari ijazahDi mana-mana, akhlaklah yang paling utama13Ceriwis sungguh enak kalau disantanApalagi ditambahkan beberapa butir cabai rawitAngka 76 dan Merdeka bercerita tentang kebangkitanMari Indonesia Tangguh, berantaslah bandit-banditBoleh Baca Puisi Kemerdekaan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh14Cuti adalah haknya para pekerjaBekerja lembur adalah sebuah pilihanJanganlah kau berhenti belajar karena manjaSungguh, ilmu akan berguna di masa depan15Cangkul tanah untuk tanam padiPadi disemai tinggal tunggu tumbuhtumbuh dan jadilah tuan rumah yang berbudiJangan rapuh seperti gubuk yang mau rubuh16Di sekolahku ada foto Tan MalakaDi sebelahnya ada foto Jenderal SudirmanBerbaktilah engkau jangan durhakaDan jadilah engkau insan yang budiman17Dalam hidup kadang kita dibilang polosBiarlah, cita-cita adalah tentang sebuah prosesSekolahlah yang rajin jangan kau bolosPatuhi guru dan semoga engkau suksesKumpulan Pantun Kemerdekaan Indonesia18Derita para pejuang selalu kita kenangKita selalu doakan agar mereka hidup tenangBelajar di tengah pandemi tetaplah kau senangBegitulah sikap kita sebagai bangsa pemenang19Di tengah sawah ada burung pipitBurung ditangkap, pak tani pun bahagiaLuaskan pikiran dan jangan jadikan hatimu sempitSemoga nanti kau jadi orang yang mulia20Dalam suasana pandemi corona hidup begitu susahSaking susahnya, banyak orang menjeritBelajar dari rumah jangan pernah kau gelisahJangan habiskan kuotamu dan jadilah orang irit21Di mana ada api di situ ada airApi dan air tak pernah bisa menyatuKau tahu, virus corona ini adalah bagian perjalanan takdirMaka bersemangatlah dan jangan buang-buang waktu22Doraemon punya kantong ajaibSizuka cuma punya pianikaSayangi gurumu dan jangan kau tebar aibSemoga nanti kau jadi orang terkemuka23Enak sekali makan bakso campur mie ayamLebih enak lagi kalau nanti ditraktir temanSemangatlah belajar jangan kau runyamCintailah Indonesia karena keanekaragaman24Gigi geraham itu kuat dan tajamSedangkan lidah itu lembut tak bertulangJadilah pemimpin adil jangan kau kejamLembutkan hati dan ramahlah saat berbincang25Golok tajamnya sungguh mengerikanTapi dulu kita juga punya bambu runcingSesungguhnya negeri ini butuh gebrakanRakyat yang baik jangan kau pancing-pancing26Hari ini aku makan markisaKumakan hingga tiada tersisaTiada kuota jangan kau merasa berdosaPendidikan adalah hak anak bangsa27Hantam kayu terbelah duaHantam air jadi basah semuaJanganlah kau bermalas sampai tuaTuntutlah ilmu hingga ke ujung benua28Hiruk-pikuk kemerdekaan segera membahanaSebagian merah-putih terpampang di bandanaPelajarilah adab sembari kau berkelanaSemoga nanti engkau jadi orang yang bergunaKumpulan Pantun Indonesia MerdekaKumpulan Pantun Indonesia Merdeka Tahun 2021. Dok. warna foto zaman dahuluMerah-Putih warna bendera kitaPenting bagimu mengingat sejarah masa laluAgar kita bisa mengingat kembali apa itu cita-cita30Halo-halo Bandung ibukota PerianganHalo-halo Bandung kota kenang-kenanganHalo anak-anak tanamlah sekarung anganHalo para guru, jangan bosan memberi pengajaran31Ikan gurame ikan nilaIkan cupang dan ampelaJadi pemimpin jangan engkau gilaSegala kebaikan harus engkau bela32Itik bertelur telurnya menetasTelur digoreng lalu dimakanIngat belajar ingat kreativitasIlmu bermanfaat segeralah taburkan33Ingat merdeka ingat teks proklamasiIngat bung Karno juga bung HattaPara pendidik jangan berhenti adaptasiDidiklah anak kita agar mereka jadi pelita34Ir. Soekarno lahirnya di SurabayaAnaknya ialah Megawati SoekarnoputriDuhai anak jangan lupa kita punya budayaJagalah, jangan sampai direbut oleh orang luar negeriBoleh Baca Kumpulan Pantun Budaya dan Keanekaragaman Negeriku Indonesia35Indonesia telah merdeka yang ke tujuh puluh enamKemerdekaan ini telah didapatkan dengan tumpah-darahHai anak bangsa, jagalah negeri ini hingga langit terbenamJuga jangan pernah lupa dengan kisah dan sejarah36Indonesia tanah air betaPusaka, abadi dan jayaBerdoalah kita kepada sang PenciptaSemoga negeri ini selalu digdaya37Ingat dulu kita belajar pakai papan tulisGurunya menulis pakai kapur putihBerbaik sangkalah jangan kau antagonisBela terus negeri ini walau harus tertatih38Jalan-jalan ke kota BengkuluMampir sejenak untuk melihat pantai PanjangBelajarlah engkau jangan main game meluluJikalau engkau rajin orangtuamu akan senang39Jalan-jalan ke kota BengkuluTidak lupa melihat bunga RafflesiaKenanglah pahlawan proklamasi terdahuluJasa mereka sungguh besar untuk IndonesiaBoleh Baca Kumpulan Pantun untuk Pahlawan Indonesia40Jalan-jalan ke kota CurupTidak lupa membeli gula arenPercaya dirilah jangan kau gugupkarena tampil di depan panggung itu keren41Jalan-jalan ke kota CurupJangan lupa kunjungi desa Air MelesBertamulah dengan baik jangan kau menyusupSesungguhnya tuan rumah tidak selalu judes42Jauh di mata dekat di hatiJauh di tatap dekat di rasaTeruslah menulis jangan engkau berhentiSemoga nanti kan terkenang sepanjang masa43Jalan ke gunung singgah ke lembahJalan ke sungai singgah ke danauJangan terlalu bangga karena sudah berijazahJangan pula pamer nanti kariermu kacau balau44Kemerdekaan adalah hak segala bangsaPendidikan adalah hak anak kita semuaTebarlah ilmu seluas bumi dan angkasaSemoga amal kita diterima sang Pencipta45Kata orang langit itu itu luasKeluasannya adalah kuasa sang PenciptaTambahlah ilmu jangan kau merasa puasKaya ilmu membuatmu dikenal oleh semesta46Kereta pendidikan kita ialah Merdeka BelajarIsinya ialah kebijakan untuk Indonesia majuDidiklah dengan tulus lalu jadikan anakmu pintarSemoga kebaikan tetap menjadi alamat yang ia tuju47Kilau emas kadang suka menggodaKilau cahaya kadang terlihat begitu indahSesekali belajar juga boleh sambil bercandaAsalkan canda itu ialah yang berfaedah48Kuku di tanganku ada sepuluhKuku di kakiku juga demikianLembutlah kepada siswa lalu buat ia luluSemoga nanti lelahmu terbayar di ujung penantian49Lidah adalah daging yang tak bertulangSedangkan gigi adalah tulang yang tak berdagingMengajar ilmu, akhlaknya harus berimbangKalau kau bingung, marilah sejenak kita berundingKumpulan Pantun HUT RI50Laksana matahari, kemerdekaan itu adalah cahayaSeperti cinta, kemerdekaan itu ialah mengasihiPerbaikilah akhlak lalu kau akan berjayaKebagusan akhlak memudahkanmu menggapai ridho Ilahi51Lipatlah kertas lalu ukirlah gambar segitigaLipatlah uang lalu masukkan ke dalam celenganJanganlah bermusuhan karena kita adalah keluargaJanganlah terlalu benci karena musuh bisa jadi teman52Lengkuas dan jahe adalah bahan untuk meracik rendangJangan lupa pula engkau siapkan semangkuk santanKalau ada acara syukuran jangan lupa segera mengundangKami usahakan datang dan tidak akan berkeberatan53Landak berduri tupai berekorPipa diukur menggunakan meteranJangan caci anak karena rendahnya skorKarena mengajar itu butuh kesabaran54Memetik mawar awas terkena banyak duriHati-hati dengan kucing karena giginya bertaringKemerdekaan hari ini adalah tentang jati diriBersatulah kita, keributan golongan jangan kau pancing55Masak nasi lalu tunggu matangMasak tempe jangan biarkan ia gosongTuntutlah ilmu meski banyak halang-rintangIlmu itu penting karena kita bukan tong kosong56Melihat langit tampaklah segumpal awanMelihat negeri tampaklah cahaya kemerdekaanMarilah kita terus bersahabat dan setia kawanRawatlah budaya dan banggalah dengan kebangsaan57Mengenal Tan Malaka teringatlah gagasan MadilogMengenal Sutomo teringatlah pertempuran SurabayaWahai pemimpin bukalah diri dengan berdialogWahai anak muda, rawatlah mimpi dan jangan lupa berkarya58Mati dawai kita masih bisa berbiolaMatinya cinta buat Ftv jadi romantisDuhai anak muda, tumbuhkanlah profil PancasilaJadilah anak berbudi dan mampu berpikir kritis59Matinya bunga mawar meninggalkan duriMatinya kupu-kupu meninggalkan kepompongSeorang pelajar haruslah mandiriJuga harus punya sikap gotong-royong60Melawan para penjajah kita tak boleh kalahMelawan kemalasan harus meninggikan upayaAnak muda harus mampu menuntaskan masalahAnak muda juga mencintai keberagaman budayaPantun Kemerdekaan 17 Agustus 194561Negeriku adalah IndonesiaIndonesia tempat kita berpijakTubuhmu boleh saja lapuk termakan usiaTapi kata merdeka bisa membuat kita berteriakBoleh Baca Contoh Puisi Kemerdekaan Indonesia Singkat untuk Menyambut HUT RI62Orang selalu ingin makan saat ia laparTak ambil sejumput udang, mungkin ia alergiPara guru bersemangatlah dalam mengajarPara guru tak boleh gagap teknologi63Pergi ke Jakarta bertemu NassarPergi ke sekolah pakai almamaterPandemi sungguh bukanlah masalah besarTetaplah didik anak agar mereka berkarakter64Pawai adat digelar saat tahun baruKadang pula dipakai untuk menyambut tamuUsaha orang-orang boleh saja kita tiruTapi tetap saja kita masih butuh ilmu65Piagam seminar warnanya kecoklatanPiagam pelatihan warnanya kekuninganBelajar hari ini bukan hanya tentang kepintaranGenerasi penerus juga perlu menemukan66Pintar ilmu bisa buat kita jalan-jalanPintar adab bisa buat kita semakin disayangKerja itu tidak selalu tentang imbalanTapi juga tentang bagaimana kita agar dikenang67Pergi ke Bengkulu membeli ikanSinggah ke warung membeli selotifPembelajaran Jarak Jauh tetap menyenangkanAsalkan Bapak/Ibu gurunya kreatif68Rasa hati begitu gemetar saat mendengar petirRasa hati makin galau lihat emas berkaratDuhai guru tak perlu bingung dan khawatirSekarang sudah ada kurikulum darurat69Rapikan tulisan saat berkirim suratRapikan baju saat ikut arisanDuhai guru jangan hadirkan tugas maha beratAnak-anak nanti jadi gaduh dan bosan70Selembar uang seribu lama ada gambar PattimuraSelembar uang seribu baru ada gambar Tjut MeutiaSelembar kertas bisa untuk menulis sebuah ceritaSelembar kebaikan bisa melahirkan teman setia71Sudah ingin rasanya aku jalan ke MalukuSetelah itu akan kudaki gunung GamalamaKe sinilah dan duduk sebentar di dekatkuLalu kita bernyanyi tujuh belas agustus tahun empat lima72Tujuh belas agustus adalah tanggal kemerdekaanSembilan belas empat lima adalah tahunnyaTulus ikhlas adalah bagian dari kebaikanSelalu menolong tanpa pamrih adalah perwujudannya73Telaga tujuh warna ada di kabupaten LebongDanau Mas Harun Bastari ada di kota CurupTelah ada balasan untuk orang yang rajin menolongIalah pahala yang jauh lebih manis daripada segelas sirup74Utara ada di sebelah sanaTimur laut ada di sebelah siniIndonesia maju bukanlah fatamorganaMarilah berdoa dan berjuang dengan berani75Waktu berlalu menunjukkan tak ada yang abadiWaktu yang lalu laksana matahari yang terbenamAkhirnya saya mengucapkan selamat HUT RIUmur negeri yang sudah ke tujuh puluh enam76Kuatkan hati agar hatimu teguhKuatkan diri agar bisa bangun SubuhMari berjuang agar Indonesia TangguhMari berusaha agar Indonesia Tumbuh77Pergi ke ladang bertanam pohon akasiaPohonnya besar diikat dengan kawatDirgahayu Kemerdekaan IndonesiaPulih lebih cepat, bangkit lebih kuat***Oke, demikianlah tadi sajian dari Guru Penyemangat tentang kumpulan Pantun Kemerdekaan Indonesia. Pantun di atas spesial dipersembahkan untuk menyemarakkan sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia HUT RI ke-77. Merdeka!Salam Merdeka!Lanjut Baca Puisi Tentang Aku yang Bangga Menjadi Anak Indonesia Pantun Tentang Pahlawan – Pantun tentang pahlawan merupakan bentuk pengekspresian penghormatan dan penghargaan akan jasanya. Sebab pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan ketika memperebutkan kemerdekaan dari jajahan Belanda, patut untuk dihargai. Sehingga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda. Mengungkapkan penghargaan melalui pantun tentang pahlawan, tidak hanya untuk para pejuang kemerdekaan yang memanggul senjata saja. Tetapi para tokoh yang menjadi panutan, seperti; para perintis kemerdekaan guru, seniman dan masih banyak lagi lainnya. Yang telah membangkitkan semangat, motivasi dan gagasan untuk meraih dan mengisi kemerdekaan ini. Maka, di setiap peringatan hari pahlawan maupun kemerdekaan selalu diingatkan akan jasa dan pengorbanannya terhadap negeri ini. Baik dalam bentuk kenangan perjuangan, film dokumenter maupun pembacaan puisi dan pantun. Dengan harapan akan semakin tumbuhnya rasa solidaritas kebangsaan dan persatuan . Tujuan Ungkapan Penghargaan Kepada Pahlawan Kebesaran suatu bangsa dapat diketahui melalui bentuk penghargaannya terhadap para pahlawan negerinya. Meskipun ungkapan tersebut hanya dalam bentuk pantun tentang pahlawan. Hal ini bisa memberikan semangat bagi generasi muda untuk ikut berpartisipasi mengisi kemerdekaan ini dengan bijak. Pengorbanan harta benda, waktu bahkan nyawa merupakan salah bentuk ketulusannya untuk perjuangannya. Kiprahnya dalam perang kemerdekaan menjadi wujud kecintaannya akan ibu pertiwi. Demikian juga setelah pasca perang tersebut, para pahlawan berjuang untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan dan kemerdekaan republik ini. Keterlibatan para guru yang memotivasi generasi muda untuk terus mengharumkan negeri dengan membangkitkan semangat nasionalisme. Demikian juga para tenaga kerja indonesia yang berjuang ke luar negeri untuk menghidupi keluarganya. Yang sekaligus menghasilkan devisa untuk negara. Contoh Ungkapan Penghargaan Menggunakan Pantun Mengungkap penghargaan kepada para pahlawan adalah hal wajib yang harus dilakukan. Ini menjadi wujud terimakasih meskipun hanya lewat kata-kata. Beberapa ungkapan seni yang dapat menjadi pantun penuh motivasi yang baik tersebut antara lain 1. Ungkapan Rasa Untuk Para Pejuang Kemerdekaan Ungkapan rasa dalam bentuk pantun tentang pahlawan yang telah mempertaruhkan, harta, waktu dan nyawanya untuk memperjuangkan kemerdekaan. Semangat untuk tidak kenal putus asa dan terus berjuang hingga tetes darah terakhirnya, menjadi inspirasi generasi muda. Beberapa ungkapan rasa penghargaan tersebut antara lain Bunga melati warnanya putih Bunga mawar berwarna merah Menjaga negeri tetap bersih Dari sasar para penjajah Mangga muda rasanya kecut Buah pisang berwarna kuning Semangat tiada rasa takut Bermodal parang dan bambu runcing Ke pasar beli Buah naga Mampir sebentar beli ikan Bukan sekedar harta dan benda Nyawa pun kau pertaruhkan Ke sawah menanam padi Jangan lupa naik pedati Berjuang sampai mati Demi sang ibu pertiwi Pedati ditarik sapi Ditemani Kereta kuda Berjuang sepenuh hati Mencapai Indonesia merdeka Ke Semarang beli jamu Mampir dulu ke Ungaran Gigihnya semangat juangmu Hingga titik darah penghabisan Naik kereta bersama ibu turunnya di stasiun Tugu Jangan khawatir pahlawanku Ku teruskan perjuanganmu Baca Juga Pantun Hari Guru 2. Pantun Untuk Para Perintis Kemerdekaan Bukan senjata yang menjadi kekuatannya, tetapi kiprahnya dalam berbagai organisasi untuk mewujudkan Indonesia raya yang sejahtera. Banyak ide dan gagasan meraih kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan kesatuan negeri. Usaha yang tidak kenal menyerah sehingga melahirkan Sumpah Pemuda yang menjadi pondasi persatuan meraih kemerdekaan. Penghargaan dan pujian dengan pantun tentang pahlawan perintis kemerdekaan tersebut, seperti Buah alpukat penggugah rasa Dicampur susu lezat rasanya Gelora semangat Sumpah Pemuda Ke seluruh pelosok nusantara Membeli ikan dan sayuran Jangan lupa penyedap rasanya Menjaga persatuan dan kesatuan Mencapai Kemerdekaan bangsa Indonesia Dendangkan lagu penuh irama Enggan lirik optimisme Kumandang lagu Indonesia Raya Bangkitkan semangat nasionalisme Bikin rujak mangga muda Tambahi isi buah pepaya Saatnya para generasi muda Memaknai isi Sumpah pemuda 3. Kutipan Pantun Untuk Para Penjaga negeri Kemerdekaan yang sudah tercapai mestilah dipertahankan dan dijaga dengan penuh semangat. Para penjaga negeri nusantara ini sangat berjasa menghadapi kejamnya para pemecah belah bangsa. Ingin menguasai kekayaan negeri gemah ripah loh jinawi ini. Sebagai bentuk ucapan terimakasih, beberapa pantun tentang pahlawan penjaga negeri nusantara antara lain Buah pepaya buah mangga Diberi sambal dengan terasi Siang dan malam tetap siaga Menjaga tapal batas dengan jeli Cabai pedas dari tetangga Potongan tomat penambah rasa Tetap tegas dan waspada Hadapi rorongan pemecah belah bangsa Buah jambu dari adinda Dimakan saat perjamuan Selalu tegak penuh siaga Menjaga persatuan dan kesatuan Masak kangkung bumbu Bali Semakin mantap pakai terasi Semangat membara bayangkara negeri Siap menjaga NKRI Pisang goreng manis rasanya Ditemani secangkir kopi Pertahanan rakyat semesta Bersama TNI dan Polri 4. Pantun Untuk Guru Pahlawan Tanpa Jasa Guru yang telah mengajarkan pengetahuannya, hingga dari tangannya lahir para pemimpin dan pejuang negeri. Ajarannya yang selalu mengingatkan akan semangat mengisi kemerdekaan dengan prestasi untuk mengharumkan negeri. Meski terkadang penghasilannya sendiri tidak cukup untuk menghidupi keluarganya, tapi hal tersebut bukan halangan untuk terus mengajar. Maka ungkapan penghargaan melalui pantun tentang pahlawan tanda jasa sebagaimana berikut Ada buku ada pensil Ada papan tempat belajar Jadi guru daerah terpencil Bukan halangan tuk mengajar Wangi harum bunga melati Menjadi pengharum sepanjang hari Membagi ilmu sepenuh hati Melahirkan banyak pemimpin negeri Sejuknya udara pegunungan Berpadu dengan keindahan bunga Berbagi ilmu pengetahuan Tuk cerdaskan generasi muda Jalan-jalan bersama teman Sambil menikmati roti Meski hidup serba kekurangan Mengajarkan ilmu tetap sepenuh hati Baca buku di perpustakaan Jangan lupa kembalikan buku Meski sudah menjadi mantan Janganlah lupa hormati guru 5. Ungkapan Terimakasih Untuk Para Pahlawan Devisa Perjuangan para pahlawan devisa yang membanting tulang hingga ke luar negeri untuk menghidupi keluarga agar hidup lebih sejahtera. Meskipun di negeri lain harus menjalani berbagai kesulitan hidup, hingga ada beberapa yang harus meninggal dunia. Tentunya hal tersebut sungguh ironis sekali, seperti yang diungkapkan dalam pantun untuk pahlawan devisa ini Daun bawang bernama loncang Jangan sampai disimpan basi Berjuang ke negeri orang Sekedar mencari sesuap nasi Pergi ke Boyolali membeli sapi Mampir sebentar beli kacamata Meski sulit dan berat tetap dihadapi Demi mencukupi kebutuhan keluarga Jalan ke pasar mencari kelapa muda Di jalan mampir membeli beras Perjuanganmu hingga mancanegara Untuk pulang membawa emas Baca Juga Pantun Muda 6. Pantun penghargaan Untuk Para Pahlawan Pengharum Bangsa Yang perlu dilakukan setelah kemerdekaan adalah mengisinya dengan perilaku positif yang menghasilkan prestasi, serta menjaga nama baik Indonesia di mancanegara. Sehingga negeri ini semakin dihormati dan dihargai bangsa lain. Prestasi yang telah ditorehkan para pengharum bangsa hingga ke mancanegara patutlah dihargai. Meskipun penghargaan tersebut disampaikan melalui pantun sebagaimana berikut ini Ke toko beli sepatu Jangan lupa beli topi Saatnya torehkan prestasimu Untuk harumkan ibu pertiwi Buah semangka dari pasar legi Menjadi teman berbuka puasa Semangatmu telah harumkan negeri Hingga seluruh mancanegara Perjuangan para pahlawan bukan hanya dari caranya memanggul senjata. Andil dan partisipasinya dalam mempersiapkan dan mengisi kemerdekaan patut menjadi contoh atau suri teladan. Semangat mengharumkan nama bangsa dan negara selalu menjadi harapan dan cita-citanya. Meski harus menerima berbagai kesulitan, tetap dihadapi. Sehingga peran serta para generasi muda dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan sangat dibutuhkan. Menjaga nama baik dan kehormatan negeri menjadi tindakan wajib bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pengecualian. Semoga pantun tentang pahlawan ini dapat menginspirasi dan bermanfaat.

pantun tentang persatuan dan kesatuan